Category: Umum

May 9th, 2018 by agent three

Polisi yang Disandera Napi Teroris Berhasil Dibebaskan! Bripka Iwan Sarjana, polisi yang menjadi korban sandera napi teroris di Mako Brimob Kelapa Dua, berhasil dibebaskan. Iwan langsung dilarikan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Iwan sudah berhasil kita bebaskan. Sekarang di RS Kramat Jati,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal, Kamis (10/5/2018).Terkait kondisi di Mako Brimob pasca-bebasnya Iwan, Iqbal mengatakan pihaknya akan menjelaskan lebih lanjut beberapa waktu mendatang.

“Nanti selengkapnya,” sambung Iqbal.Penyanderaan terhadap Iwan terjadi sejak Selasa malam (8/5) sekitar pukul 19.30 WIB. Kerusuhan terjadi setelah terjadi gesekan antara narapidana teroris dan penjaga atau sipir blok yang diisi teroris karena masalah makanan. Akibat kerusuhan ini, 5 polisi dan 1 napi teroris tewas.

Posted in Umum

May 9th, 2018 by agent three

Sejak KPK Berdiri, 11 Kasus Mafia Anggaran APBN-P Ditangani KPK menyoroti tentang mafia anggaran yang mengendus potensi korupsi pada APBN Perubahan (APBN-P). Apalagi, baru-baru ini KPK menangkap seorang anggota DPR yaitu Amin Santono dari Komisi XI.

Sebenarnya urusan mafia anggaran sudah diusut KPK sejak awal berdiri. Namun tampaknya para mafia anggaran masih mencari celah melakukan korupsi yang tak diendus KPK.

“Mudah-mudahan sistem dibangun cepat, dulu Presiden Jokowi pas kampanye inginkan itu, e-perizinan. Kami sadar sekali itu nggak serta merta hilang korupsi, ada perizinan online, ngeklik supaya izin kluar harus orang ngadep dulu, itu masih ada,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (5/5/2018).

Total ada 10 perkara yang ditangani KPK. Dari 10 kasus itu, 7 perkara di antaranya sudah diputus pengadilan, sisanya masih di tingkat penyidikan.

Berikut 3 kasus yang masih di tingkat penyidikan:

1. Kasus suap dana perimbangan APBN-P 2018

Kasus ini terungkap dari operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (4/5) lalu. Dalam kasus ini, Anggota Komisi XI Amin Santono dicokok karena diduga menerima suap Rp 500 juta dari seorang kontraktor bernama Ahmad Ghiast.

Uang tersebut merupakan bagian commitment fee sebesar 7 persen atau Rp 1,7 miliar dari 2 proyek di Kabupaten Sumedang senilai Rp 25 miliar. Sumber dana untuk suap itu disebut berasal dari para kontraktor di Sumedang. Ahmad diduga sebagai koordinator sekaligus pengepul dana dari para kontraktor itu.

Amin kemudian diduga berkoordinasi dengan Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo, terkait dengan usulan dana perimbangan daerah pada RAPBN-P 2018. Selain ketiga orang tersebut, KPK menetapkan Eka Kamaluddin dari swasta sebagai tersangka perantara.

2. Kasus suap pengesahan RKA-K/L 2016 untuk proyek Bakamla

Anggota DPR Fayakhun Andriadi menjadi tersangka dari pengembangan perkara OTT kasus suap tender pengadaan satellite monitoring di Bakamla RI. Fayakhun diduga menerima fee 1 persen dari total anggaran Bakamla senilai Rp 1,2 triliun atau senilai Rp 12 miliar. Selain itu, dia diduga menerima USD 300 ribu.

Pemberian suap itu diduga KPK terkait kewenangan Fayakhun sebagai Anggota DPR Komisi I dalam proses pembahasan dan pengesahan RKA-K/L dalam APBN-P tahun anggaran 2016 yang akan diberikan kepada Bakamla.

3. Pengadaan reagent dan consummable penanganan virus flu burung menggunakan anggaran APBN-P 2007 Kemenkes

Kasus ini merupakan pengembangan perkara pengadaan alat kesehatan flu burung di Kemenkes. Dalam kasus ini Dirut PT Cahaya Prima Cemerlang (CPC) Fredy Lumban Tobing ditetapkan sebagai tersangka.

Fredy disangka menggunakan jaringannya di Kemenkes agar bisa membantunya memenangkan tender proyek pengadaan Alkes flu burung tahun 2007. Dalam dakwaan Mantan Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar, Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Ratna Dewi Umar, disebutkan PT CPC mendapat keuntungan sebesar Rp 10,861 miliar dari proyek tersebut dari total nilai kontrak Rp 29,39 miliar.

Sedangkan, perkara yang sudah diputus pengadilan, antara lain:

4. Pengadaan Alquran pada APBN-P 2011 dan APBN 2012 serta laboratorium komputer MTs di Kemenag

Dalam kasus ini Politikus Golkar Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq menjadi tersangka dalam pengembangan perkara. Fahd terbukti melakukan korupsi bersama-sama dengan Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetya Zulkarnaen Putera. Ketiganya mempengaruhi pejabat di Kementerian Agama dan mengatur PT Batu Karya Mas, PT Adi Aksara dan PT Adi Pustaka sebagai pemenang lelang.

Fahd juga terbukti menerima hadiah dari tiga pengerjaan proyek di Kementerian Agama tahun anggaran 2011-2012 sebesar Rp 3,411 miliar. Dia divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Dia kini telah menghuni Lapas Sukamiskin, Bandung.

5. Suap Pengadaan satellite monitoring di Bakamla RI pada APBN-P 2016

Direktur PT Melati Technofo Indonesia (MTI) Fahmi Darmawansyah terbukti memberi suap kepada kepada 4 pejabat di Bakamla untuk memenangkan proyek satellite monitoring dengan nilai kontrak Rp 220 miliar. Suap dari Fahmi untuk para pejabat Bakamla diberikan melalui anak buahnya, Adami Okta dan Hardy Stefanus.

Pejabat Bakamla yang menerima uang yaitu Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla Eko Susilo Hadi sebesar SGD 100 ribu, USD 88.500, dan 10 ribu euro, Direktur Data dan Informasi pada Deputi Bidang Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Bakamla Bambang Udoyo SGD 105 ribu.

Uang juga diberikan ke Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan sebesar SGD 104.500 dan Kepala Subbagian Tata Usaha Sestama Bakamla Tri Nanda Wicaksono sebesar Rp 120 juta.

Fahmi, Eko, Nofel, Adami, dan Hardy telah dieksekusi ke Lapas Sukamiskin. Adami dan Hardy sendiri telah bebas lewat cuti bersyarat pada Desember 2017 lalu.

6. Usulan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada APBN-P 2016

Dalam kasus ini KPK telah memenjarakan mantan Anggota Komisi III DPR Putu Sudiana dan tangan kanannya, Suhemi; Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang, dan Permukiman Sumbar, Suprapto; Sekretaris Anggota DPR Noviyanti; serta pengusaha Yogan Askan.

Putu terbukti menerima suap Rp 500 juta dan gratifikasi Rp 2,7 miliar. Suap diterima dari Yogan dan Suprapto terkait dengan penambahan alokasi untuk DAK Rp 50 miliar di Provinsi Sumatera Barat dalam APBN-P 2016. Suap itu diterima melalui staf pribadinya, Noviyanti.

7. Suap APBN-P 2013 Kementerian ESDM

Sutan Bhatoegana saat menjadi Ketua Komisi VII DPR menerima duit dari Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karno sebesar USD 140 ribu dan dari Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini sebesar USD 200 ribu.

Tidak hanya itu, Sutan juga menerima satu unit tanah dan bangunan seluas 1.194,38 m2 di Medan dari Komisaris PT SAM Mitra Mandiri, Saleh Abdul Malik. Uang dan tanah itu tidak diberikan secara cuma-cuma karena untuk memuluskan berbagai perkara yang ada di DPR.

8. Pengadaan peralatan kesehatan dari sisa pelayanan kesehatan penduduk miskin dalam rangka wabah flu burung pada APBN-P 2006 Kemenkes

Pada tahun 2015, mantan Sekretaris Ditjen Bina Pelayanan Medik Kementerian Kesehatan, Mulya A Hasjmy dihukum 2 tahun 8 bulan penjara. Ia juga didenda Rp 100 juta subsidair 2 bulan kurungan.

Mulya Hasjmy terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam kegiatan pengadaan peralatan medik dalam penanganan wabah flu burung tahun 2006. Dia melakukan penunjukan langsung perusahaan dalam pengadaan alat kesehatan flu burung tersebut, PT Bhineka Usada Raya (BUR) dan PT Asia Technik Utama (ATU). Hasjmy mendapat keuntungan dari pembayaran pembelian mobil Toyota Rush sebesar Rp 160 juta yang dilakukan Singgih Wibisono dari PT BUR.

Selain itu Hasjmy juga terbukti melakukan korupsi pengadaan peralatan kesehatan dalam rangka penanganan wabah flu burung dengan dana APBN-P TA 2006 pada Sekretariat Jenderal Bina Pelayanan Medik sebagaimana dakwaan kedua.

Penyimpangan juga terjadi pada pengadaan peralatan alkes ini dengan menunjuk langsung PT Kimia Farma Trading and Distribution (PT KTFD). Padahal, PT KTFD sama sekali tidak melakukan kegiatan pengadaan.

9. Rekayasa kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi perikanan tangkap pasca-gempa dan tsunami Dinas Perikanan Jabar pada APBD-P 2006-2007

Kasus ini bermula dari rencana Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jabar berencana membuka tender untuk pengadaan mesin, kapal, alat tangkap dan rumpon sebagai bantuan bagi nelayan korban tsunami di Jabar tahun 2006. Namun terjadi penunjukan langsung dan penyuapan saat proses tender berlangsung.

Belakangan diketahui Kasubid Sumber Daya Alam Balit Bangda, Ade Kusmana selaku ketua panitia pengadaan barang dan PNS Dinas Perikanan Bandung, Asep Hartiyoman selaku kuasa pengguna anggaran, menerima masing-masing Rp 550 juta dari perserta tender PT Buntala Bersauda Dermaja, milik David Kurniawan Wiranata.

10. Rekayasa kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi perikanan tangkap pasca-gempa dan tsunami Dinas Perikanan Jabar pada APBD-P 2006-2007

Dalam kasus ini, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Tengah, Hari Purnomo dan Pimpro Tsunami, Margaretha Elizabeth Tutuarima mengadakan deal proyek sebelum APBN-P turun. Mereka berdua mengatur harga dan pemenang tender tak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Uang itu dinikmati juga oleh sejumlah rekanan proyek seperti David K Wiranata. Proyek yang berupa bantuan alat pancing dan alat-alat untuk membantu nelayan korban tsunami itu sebagian besar fiktif. Hari kemudian divonis 5 tahun penjara, sementara Margaretha divonis 6 tahun penjara.

Posted in Umum Tagged with:

May 9th, 2018 by agent three

Guyubnya Menyiapkan Takjil di Hamamatsu Jepang Tak terasa, Ramadan di 2018 segera tiba. Ingatan saya menerawang ke belakang. Ramadan tahun lalu terasa berbeda dan berkesan. Di 2017, saat itulah pertama kalinya saya menjalani Ramadan di tanah rantau sebagai mahasiswa di Shizuoka University, Jepang. Rasa sedih pasti ada. Apalagi kalau mengingat momen berbuka puasa bersama keluarga dan para sahabat. Selain itu, banyak yang harus disiapkan dan disesuaikan ketika akan menjalani Ramadan di negeri orang, salah satunya perbedaan musim. Ramadan tahun lalu, Jepang sedang mengalami pergantian musim semi ke musim panas. Tak ayal, waktu magrib atau berbuka menjadi sekitar pukul 18.45 hingga 19.00, dan waktu subuh sekitar pukul 03.00 dini hari. Butuh energi ekstra untuk menjalani puasa yang berlangsung kurang lebih 14 jam lamanya. Namun di sisi lain, berbagai hikmah merantau saya petik, salah satunya adalah menemukan teman dan keluarga baru. Tidak hanya dari sesama WNI, melainkan juga para pelajar dari berbagai negara. Saat waktu salat tarawih tiba, kita bisa menikmati merdunya lantunan ayat suci Alquran yang indah dibacakan sesuai kekhasan negara masing-masing.Semua berkumpul dan bersua dalam Ukhuwah Islamiyah di tengah perbedaan dan keterbatasan. Sungguh, damai itu indah. Oh iya, hal yang paling ditunggu adalah saat berbuka bersama. Di momen ini, kita punya kesempatan mencicipi kuliner khas dari berbagai negara. Sebut saja nasi Biryani dari India dan Bangladesh, nasi lemak Malaysia, Semolina Bangladesh, Rabdi-rasgulla asal Turki, dan masih banyak lagi. Tak hanya kuliner dari berbagai penjuru dunia, masakan Nusantara juga turutmewarnai Ramadan tahun lalu. Sebagai pelajar Indonesia, teman-teman di sini tergabung dalam PPI (Persatuan Pelajar Indonesia), Komsat Shizuoka, Jepang. Di PPI, kami tak hanya berorganisasi. Lewat PPI, suasana Ramadan layaknya di kampung halaman hadir di Negeri Sakura. Rasa senasib sepenanggungan jauh dari keluarga membuat ikatan kami erat satu sama lain. Nah, kalau di Indonesia biasanya mengandalkan masakan rumah atau penjaja takjil di sepanjang jalan untuk berbuka, jangan harap di Jepang kita bisa menemukannya. Jadi, mau tidak mau kita dituntut menyiapkan menu sahur dan berbuka sendiri. Kalaupun ingin membeli, harus berpikir ulang apakah makanan itu halal atau tidak. Pasalnya, Provinsi Shizuoka tidak sebesar Tokyo atau Osaka yang mudah menemukan rumah makan halal. Hal itu juga yang mendorong Irene, ketua Forum Mahasiswa Shizudai (Formasi) –Shizudai adalah sebutan Shizuoka Daigaku/Shizuoka University–untuk menginisiasi kegiatan buka puasa bersama Rektor Shizuoka University, Yukihiro Ito. Selain ingin memperkenalkan apa itu puasa dan bulan Ramadan, kami juga ingin mendorong ketersediaan menu halal di kantin Shizuoka University, terutama di Kampus Shizuoka, karena notabene Kampus Hamamatsu sudah lebih dahulu menyediakan menu halal di kantinnya. Tak hanya rektor, Wakil Rektor Prof. Motihashi, dan segenap profesor pembimbing serta teman-teman mahasiswa Jepang turut hadir dalam acara itu. Bertempat di Gedung Agriculture dan berbekal bumbu soto ayam instan dengan sedikit modifikasi, acara tersebut berlangsung hangat dan meriah. Hidangan yang tersaji tak hanya soto ayam. Ada juga makanan dan minuman khas berbagai daerah Indonesia, seperti kolak khas Sulawesi bernama es palu butung. Acara lain yang tak kalah berkesan adalah pengalaman ketika harus menyiapkan takjil atau makanan berbuka puasa sebanyak 100 porsi. Kota Hamamatsu, Provinsi Shizuoka tempat saya tinggal, ternyata dihuni kurang lebih 2.000 orang Indonesia. Mereka terdiri dari gakusei (pelajar) dan kenshuusei (pekerja) beserta keluarganya. Sebagian besar keluarga ini telah belasan tahun tinggal di Jepang. Semua terwadahi dalam Keluarga Muslim Indonesia Hamamatsu (KMIH). Salah satu agenda rutin KMIH adalah iftar atau berbuka puasa bersama. Saya dan beberapa perwakilan pelajar bahu membahu berbaur bersama bundatachi–sebutan istri atau ibu-ibu yang mendampingi suaminya untuk sekolah atau bekerja di Jepang–menyiapkan makanan, sambil mendengarkan kajian dari ustaz Indonesia yang sedang safari dakwah di Jepang.Pengalaman ini menunjukkan bahwa pelajar yang merantau tidak sendiri. Ada komunitas lain yang hendaknya kita tahu dan terlibat bersosialisasi. Dari persaudaraan ini, kita bisa menimba ilmu mengenai banyak hal, mulai dari merintis usaha dari nol di Jepang, membangun keluarga, sampai mendidik anak-anak di tanah rantau. Komunitas ini sudah seperti saudara dekat. Rasa haru memuncak ketika takbir kemenangan di hari raya Idul Fitri dikumandangkan. Ucapan maaf untuk keluarga besar di rumah hanya dapat terucap dari balik layar video call. Di sisi lain, kami punya saudara dan keluarga baru di sini yang memeluk erat saling menguatkan.

Posted in Umum Tagged with:

May 9th, 2018 by agent three

Puluhan Pil Koplo Diselundupkan ke Lapas Lewat Oseng-oseng Cumi Petugas Lapas kelas II B Lumajang menggagalkan upaya penyelundupan 60 butir pil koplo ke dalam Lapas. Modusnya, pil haram itu disembunyikan di dalam lauk oseng-oseng cumi-cumi.

Pelaku yang mencoba menyelundupkan pil berjenis Trihexyphenidyl itu bernama Agustin Adi Puput. Dia merupakan istri dari salah satu warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Lumajang bernama Rohmat Dafit Firdaus.

“Benar, kami berhasil mengamankan 60 butir (pil koplo),” ujar Plh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Lumajang Joko Siyowantororejo, Rabu (9/5/2018).

Gelagat mencurigakan Puput terendus petugas saat dia mengunjungi suaminya yang divonis 1 tahun penjara karena kasus pil koplo. Sesuai aturan yag berlaku, Puput harus melewati pemeriksaan badan dan barang bawaan. Saat itulah staf KPLP Lumajang, Kristoka Perwira Negara, yang bertugas memeriksa makanan yang dibawa Puput, merasa curiga.

“Petugas mencurigai lauk cumi-cumi yang dibawa tersangka,” lanjut Joko.Lauk oseng-oseng cumi itu menimbulkan kecurigaan, karena setelah coba ditekan, teksturnya keras. Setelah dibuka, ternyata di dalamnya terdapat plastik berisi pil. Petugas pun mengamankan Puput beserta lauk cumi.

“Setelah dibongkar, ternyata di dalamnya ada bungkusan plastik berisi pil berwarna putih,” beber Joko.

Petugas semakin geleng-geleng kepala saat mengetahui bahwa di seluruh badan cumi itu diisi dengan pil berlogo Y itu. Dari dalam 3 perut cumi-cumi itu, diamankan pil koplo sebanyak 60 butir.

“Setelah mendapat petunjuk dari Kalapas, kami melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib,” tutur Joko.

Selanjutnya, kasus Puput ditangani oleh pihak kepolisian. Perempuan 35 tahun itu langsung dibawa ke Polres Lumajang untuk pemeriksaan lanjutan. Sedangkan pihak Lapas melakukan pemeriksaan intensif terhadap Dafit. “Jika terbukti ada keterlibatan, harus diproses sesuai prosedur yang ada,” tegas Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono.

Dia juga meminta petugas dari Lapas/ Rutan semakin jeli dan teliti saat memeriksa pengunjung dan barang bawaan.

“Kami sudah tegaskan sebelumnya kalau kami sudah nyatakan perang terhadap narkoba,” tuturnya.

Sementara upaya Dafit untuk segera keluar untuk dari Lapas pun dipastikan tertunda. Padahal, sejatinya Dafit ‘hanya’ divonis satu tahun penjara karena melanggar UU nomor 36/2009 tentang Kesehatan.

Posted in Umum Tagged with:

May 9th, 2018 by agent three

Kodam Jaya Siap Bantu Polri Tangani Rusuh di Mako Brimob Kodam Jaya belum menerima permintaan bantuan personel dari pihak kepolisian terkait penanganan rusuh di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Namun Kodam Jaya siap mengerahkan bantuan jika Polri membutuhkan dukungan.”Kodam Jaya sampai saat ini belum menerima permintaan bantuan dari Polri,” kata Kapendam Jaya Kolonel Kristomei Sianturi lewat keterangannyaKristomei menjelaskan pengerahan personel TNI tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurut dia, personel TNI saat ini tetap disiagakan.

“Pada dasarnya Kodam Jaya stand by apabila ada permintaan bantuan dari Polri sesuai tugas pokok TNI untuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang tercantum dalam UU Nomor 34 Tahun 2004,” jelas dia.

Kerusuhan di Mako Brimob terjadi pada Selasa (8/5) sekitar pukul 22.00 WIB. Pascakerusuhan, penjagaan di Mako Brimob diperketat.

Sejauh ini ada lima polisi yang tewas dalam penyanderaan oleh napi teroris di Rutan Mako Brimob. Kelima anggota tersebut adalah anggota terbaik Polri.Berikut ini identitas lima polisi yang gugur dan satu tahanan yang tewas berdasarkan data yang diterimaPolisi

1. Bripda Syukron Fadhli
2. Ipda Yudi Rospuji
3. Briptu Fandy
4. Bripka Denny
5. Bripda Wahyu Catur Pamungkas

Tahanan

Abu Ibrahim alias Beny Syamsu, napi teroris Pekanbaru

Posted in Umum Tagged with:

May 9th, 2018 by agent three

Fahri Singgung Ahok soal Rusuh di Mako Brimob, Ini Kata Adik Ahok – bursatoptaruhan Fahri Singgung Ahok soal Rusuh di Mako Brimob, Ini Kata Adik Ahok
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menuding penyebab kerusuhan di Mako Brimob itu adalah mantan pejabat yang sudah berstatus narapidana tapi tak mau dipindahkan ke lembaga permasyarakatan. Fahri kemudian menyinggung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang ditahan di sana.

Adik yang juga pengacara Ahok, Fifi Lety Indra, menanggapi santai komentar Fahri itu. Sebab, menurut Fifi, Fahri sendiri tidak diakui oleh PKS yang disebut partainya itu.

“Kalau ini orang nggak perlu ditanggapi ya, ha-ha-ha…. PKS saja nggak terima dia, kan? Partai dia sendiri, kan? Benar nggak ini ya dia orang PKS?” kata Fifi lewat pesan singkat, Rabu (9/5/2018).Fifi tidak ambil pusing terhadap komentar Fahri itu. Dia juga tidak akan mengambil langkah hukum kepada Fahri.

“Ha-ha-ha… ngapain urusin orang nggak level gitu. PKS saja sudah nggak mau dia, kan, ha-ha-ha…,” ujar Fifi saat ditanya apakah akan melaporkan Fahri.Sebelumnya, Fahri menuding penyebab kerusuhan di Mako Brimob itu adalah seorang mantan pejabat yang sudah berstatus narapidana tapi tak mau dipindahkan ke lembaga permasyarakatan. Fahri awalnya berbicara tentang sistem keamanan di Rutan Mako Brimob terkait kerusuhan itu. Dia lalu berbicara tentang ketidakadilan di rutan hingga menyinggung Ahok.

“Aparat tak cukup berbuat adil, tapi harus tampak berbuat adil,” ucap Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/5).

“(Ahok harus dipindahkan) salah satunya. Kita kalau memakai asas kepastian hukum dan persamaan di mata hukum, harusnya dilakukan. Aparat penegak hukum kayak ada perasaan bersalah menghukum Ahok, itu dibaca orang dan itu menyebabkan ketidakpastian,” tuding Fahri.

Posted in Umum Tagged with:

May 9th, 2018 by agent three

Motornya Tabrak Trotoar, Dua Pelajar Tewas Sebuah motor menabrak trotoar di Jalan Gunungsari. Kecelakaan itu membuat dua orang yang ada di atas motor tewas. Mereka tewas di lokasi.

Korban adalah Reno Alfian (17), warga Laban Kulon, Laban, Menganti Gresik dan Maulana (19), warga Setro, Menganti, Gresik. Keduanya masih berstatus pelajar.”Berdasarkan laporan petugas di lapangan, kejadian sekitar pukul 02.15 WIB. Kejadiannya kecelakaan tunggal,” ujar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya AKP Cinthya Dewi AriestaCinthya mengatakan kecelakaan itu berawal saat kedua korban yang berboncengan motor bernopol W 3077 MV melaju dari dari arah Wonokromo menuju ke Karang Pilang. Diduga mereka melaju dengan kecepatan tinggi. Mereka melewati Jalan Gunungsari. Di jalan itu mereka melintas jalan menikung. Entah apa yang terjadi, di jalan tikungan itu motor mereka tak terkendali dan menabrak trotoar. Mereka terempas dan jatuh ke aspal jalan.

Polisi dan petugas Command Center 112 yang mendapat laporan segera mendatangi lokasi kejadian. Dua korban diketahui sudah tak bernyawa. Jenazahnya kemudian langsung dibawa ke kamar mayat RSU dr Soetomo.

Posted in Umum Tagged with:

May 9th, 2018 by agent three

Polri Bantah Klaim ISIS Soal Dalang Rusuh di Mako Brimob Polri membantah klaim ISIS sebagai dalang kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Informasi apapun yang beredar di media sosial disebut Polri sama sekali tidak benar.

“Memang di media maupun media sosial berkembang. Nah saya ada di kejadian perkara sejak tadi malam, saya lihat tahap demi tahap, proses demi proses, bahwa apa yang diklaim si A si B dari luar dan lain-lain itu sama sekali tidak benar,” Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (9/5/2018).Iqbal kembali menyampaikan pemicu kerusuhan yaitu soal makanan. Menurutnya, tahanan di rumah tahanan (rutan) Mako Brimob memprotes soal makanan.

“Bahwa pemicunya adalah hanya sepele, pemicunya adalah masalah makanan, jadi makanan yang harus memang sesuai SOP harus diverifikasi dari kami, apakah ada barang-barang lain, itu terjadi keributan atau cekcok, itu saja, yang lain-lain tidak ada,” ujar Iqbal.

Sebelumnya, klaim dari ISIS itu disampaikan melalui Amaq News Agency, kantor berita mereka melalui aplikasi Telegram. Pesan dalam bahasa Arab tersebut kemudian dipublikasikan melalui situs kelompok intelijen SITE.”Biro berita Islamic State melaporkan pejuang mereka terlibat dalam pertarungan dengan unit anti teror di dalam penjara yang ada di Jakarta,” demikian pernyataan ISIS itu.

Sebelumnya, Polri mengimbau masyarakat tidak terhasut informasi terkait kerusuhan tersebut yang beredar di media sosial. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Tidak terhasut informasi yang ada di media sosial yang beredar,” kata Iqbal.

Posted in Umum Tagged with:

May 9th, 2018 by agent three

Hati-hati, Jangan Sampai Tertipu Travel Umrah Abal-abal Umrah merupakan impian banyak orang, mungkin Anda salah satunya. Tapi mahalnya biaya akomodasi yang harus dikeluarkan untuk menunaikan ibadah umrah di Arab Saudi membuat banyak orang harus menunda impian mereka dan berusaha menabung lebih giat.

Melihat kondisi yang demikian, sebaiknya carilah alternatif atau solusi lain agar Anda tetap bisa berangkat umrah namun juga terhindar dari biro perjalanan atau travel umrah abal-abal. Jadi hindari tawaran paket umrah dengan biaya promo yang tidak wajar atau ada indikasi aneh lainnya terutama ketika ingin melunasi biaya umrah.

Lalu bagaimana cara membedakan apakah travel umrah tersebut abal-abal atau tidak?

Pertama, Anda perlu jeli dan teliti untuk mengecek kelengkapan surat legalitas dari izin usaha travel umrah. agen perjalanan yang punya izin juga belum tentu aman. Perlu diperhatikan pula aspek lainnya seperti legalitas pembayarannya.

Sejumlah perusahaan agen perjalanan umrah bisa terindikasi abal-abal bila rekening pembayarannya tidak sesuai dengan identitas perusahaan travel yang bersangkutan. Selanjutnya sudah seharusnya mencurigai travel yang menawarkan biaya umrah di bawah rata-rata.

Bila ingin rencana umrah bisa terlaksana dengan lancar tanpa hambatan finansial, Anda bisa menabung lewat lembaga keuangan. Sudah banyak bank yang menghadirkan fasilitas tabungan umrah dan haji. Selain terjamin aman, nasabah juga tidak diperbolehkan mengambil uang sebelum jumlahnya memenuhi biaya umrah dan haji yang berlaku.

Namun tidak ada salahnya bila Anda mengikuti Undian Rejeki Fiesta. Cukup beli 1 pak Golden Fiesta atau Fiesta di berbagai supermarket, minimarket, atau Prima Freshmart selama periode 12 Maret – 16 Mei 2018.

Setelah mendapatkan kode struk, cukup kirimkan SMS dengan format FIESTA(spasi)NAMA(spasi)NO KTP(spasi)KOTA(spasi)NAMA TOKO TEMPAT MEMBELI PRODUK(spasi)KODE STRUK(spasi) NAMA PRODUK YANG DIBELI. Contoh: FIESTA RAKA 1234567890 JAKARTA PRIMA FRESHMART RGH3344 READY MEAL RENDANG. Kirim ke nomor 99910.

Pastikan Anda menyimpan struk bukti pembelian produk Fiesta karena jika beruntung menjadi pemenang, Anda diharuskan untuk menujukkan struk tersebut. Di program ini, Anda bisa mengirimkan lebih dari satu nomor undian sesuai pembelian dan struk yang Anda miliki.

Posted in Umum Tagged with:

May 9th, 2018 by agent three

Teka Teki Motif Anggota Ormas Keroyok Kopda Raden Prajurit TNI AD dari Komando Resor Militer (Korem) 062/Tarumanagara Garut, Kopda Raden Gunawan, dikeroyok 12 orang anggota ormas Paguyuban Anti Gangguan Regional (Pagar). Motif anggota ormas yang nekat mengeroyok anggota TNI itu masih teka teki.

Pengeroyokan berlangsung di halaman parkir kawasan perbelanjaan oleh-oleh Aladin, Jalan Otista, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (6/5) malam, sekitar pukul 20.00 WIBVersi Raden, saat itu ia menggunakan sepeda motor hendak membeli buah-buahan di sebuah lapak yang lokasinya berseberangan dengan Aladin. Selagi hendak berbelok menuju kios buah, dari arah yang sama melaju dua unit mobil yang ditunggangi para pelaku.

Diduga laju mobil pelaku terhalang motor milik Raden. Empat pelaku turun dari mobil dan bersitegang dengan Raden. Tak lama kemudian, Raden mengaku dikeroyok anggota ormas tersebut yang berjumlah 12 orang.

Raden tidak mengenal para pelaku. Saat dikeroyok para pelaku, Raden sempat menyampaikan bahwa dia anggota TNI.

“Dikasih tahu, tapi mereka malah terus ngomong, berani kamu sama saya katanya,” ujar Raden kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (7/5) malam.Selain dikeroyok menggunakan tangan kosong oleh belasan pelaku, Raden mengaku ditodong senjata api oleh salah seorang pelaku.

“Mereka bawa senjata warna silver. Ditodongkan,” kata Raden.

Sejauh ini pimpinan Ormas Pagar sudah mengakui ulah anggotanya terhadap prajurit TNI tersebut. Namun versi dari pengeroyok soal pemicu dan motif kasus ini belum terungkap.

Perkara pengeroyokan ini ditangani Satreskrim Polres Garut. Polisi sudah memeriksa lima orang anggota ormas Pagar yang diduga terlibat pengeroyokan. Pada Senin (07/05) sore, lima anggota ormas itu menyerahkan diri ke kantor polisi militer.

“Pasti kita akan tindak lanjuti sesuai ketentuan yang ada,” ucap Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna.

Posted in Umum Tagged with: