September 5th, 2020 by publisher

Agranulositosis merupakan sebutan yang digunakan dikala sumsum tulang kandas membuat granulosit. Granulosit, yang beberapa besar terdiri dari neutrofil, ialah tipe sel darah putih yang bekerja buat melawan peradangan. Badan yang kekurangan granulosit ataupun neutrofil hendak gampang terkena oleh peradangan.

Dalam kondisi wajar, sumsum tulang sanggup membuat 1. 500 neutrofil per mikroliter darah. Sebaliknya pada agranulositosis, jumlah neutrofil mutlak yang terbatas tidak hingga 100 neutrofil per mikroliter darah. Pada situasi jumlah neutrofil yang kecil, peradangan enteng bisa bertumbuh jadi peradangan sungguh- sungguh. Mikroba ataupun bakteri yang tidak beresiko bisa bertumbuh serta jadi beresiko buat badan.

Agranulositosis ialah situasi yang lumayan sungguh- sungguh. Bila tidak lekas ditangani dapat menyebabkan sepsis serta kematian.

Pertanda Agranulositosis

Orang yang hadapi agranulositosis hendak gampang terkena peradangan sebab sedikitnya jumlah sel darah putih yang bekerja buat melawan serbuan kuman.

Pertanda yang timbul seperti peradangan, mencakup:

Meriang.

Lesu.

Sakit kepala.

Menggigil serta berkeringat.

Kemerahan di dekat wajah.

Radang kerongkongan.

Sariawan yang tidak pulih.

Gusi berdarah.

Mencuat bisul pada kulit.

Apabila peradangan terus menjadi berat bisa menyebabkan:

Takikardia.

Nafas jadi kilat.

Titik berat darah kecil ataupun hipotensi.

Pemicu Agranulositosis

Agranulositosis dapat terjalin dampak cacat lahir( kongenital) ataupun diterima dampak penyakit,

obat, serta metode kedokteran. Agranulositosis kongenital diakibatkan oleh keanehan genetik sangat jarang, ialah sindrom Kostmann. Keanehan ini diturunkan pada kanak- kanak dari orang berumur.

Sesuatu riset meyakinkan kalau sebesar 70 persen permasalahan agranulositosis terpaut dengan konsumsi obat antipsikotik( misalnya clozapine), antimalaria, antiinflamasi, dan antitiroid( misalnya carbimazole).

Pemicu agranulositosis yang diterima merupakan:

Situasi autoimun, semacam lupus serta rheumatoid arthritis.

Penyakit yang melanda sumsum tulang, semacam anemia aplastik, kanker darah, serta sindrom mielodisplasia.

Hepatitis.

HIV.

Aksi chemotherapy serta pencangkokan sumsum tulang.

Paparan senyawa kimiawi, semacam arsenik ataupun merkuri.

Obat- obatan, semacam obat antipsikotik, obat malaria( misalnya kapsul kina), OAINS, serta obat hipertiroid( ilustrasi thiamazole).

Penaksiran Agranulositosis

Dokter hendak mengecek riwayat kesehatan penderita serta melaksanakan pengecekan raga. Bila dicurigai agranulositosis, dokter hendak melaksanakan pengecekan jumlah sel darah komplit serta pengecekan jumlah neutrofil mutlak buat mengecek jumlah sel darah dengan cara global, paling utama sel darah putih.

Hasil uji darah dipakai buat membenarkan aksi penaksiran selanjutnya. Pengecekan yang lain bermaksud buat mengenali pemicu dari agranulositosis semacam pengecekan harapan sumsum tulang serta biopsi sumsum tulang, ialah didapat ilustrasi darah serta jaringan dari tulang wilayah panggul. Sumsum tulang ialah salah satu tempat diproduksinya sel darah. Apabila dicurigai ada penyakit genetik, dokter hendak memohon melaksanakan pengecekan genetik.

Penyembuhan Agranulositosis

Peradangan yang terjalin pada agranulositosis diatasi dengan memakai antibiotik. Antibiotik yang diresepkan oleh dokter hendak diserahkan bersumber pada tingkatan keparahan peradangan. Sering- kali antibiotik telah diserahkan saat sebelum terbentuknya peradangan, yang bermaksud buat menghindari terbentuknya peradangan. Dalam menyembuhkan agranulositosis, berarti buat mengenali pemicu dari agranulositosis itu sendiri, alhasil bisa ditangani dengan cara pas. Misalnya, apabila dicurigai agranulositosis dampak obat malaria, hendak diserahkan pengganti obat itu. Apabila butuh, penyembuhan bisa dihentikan sedangkan.

Sebagian obat yang hendak dianjurkan yang dicocokkan dengan pemicu agranulositosis merupakan:

Granulocyte colony- stimulating factor( G- CSF). Metode ini dicoba dengan menyuntik hormon yang memicu sumsum tulang buat menciptakan lebih banyak granulosit. Penyuntikkan G- CSF umumnya diserahkan lewat injeksi di dasar kulit( subkutan) pada penderita agranulositosis dampak obat chemotherapy. Ilustrasi dari G- CSF merupakan filgrastim.

Imunosupresan. Bila agranulositosis diakibatkan oleh situasi autoimun, ialah terdapatnya imunitas badan yang melanda badan sendiri, hingga hendak diserahkan obat yang bisa menekan imunitas badan itu. Ilustrasinya kortikosteroid.

Pencangkokan sumsum tulang. Pada permasalahan agranulositosis yang tidak lagi dapat ditangani lewat penyembuhan lazim, hingga pencangkokan sumsum tulang bisa jadi opsi. Metode ini biasanya membagikan hasil terbaik buat penderita berumur di dasar 40 tahun dengan guna alat lain semacam jantung, ginjal, serta batin yang bagus. Pencangkokan sumsum tulang bisa dicoba pada penderita kanker darah.

Pengidap agranulositosis direkomendasikan buat tidak terletak di dalam suasana kemeriahan buat meminimalkan resiko terserang peradangan. Pengidap pula direkomendasikan buat menjauhi santapan yang berpotensi terapapar kuman, misalnya buah ataupun sayur yang tidak dicuci ataupun dikupas dengan bersih

Posted in kesehatan Tagged with: