October 17th, 2020 by publisher

Rubella adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Dikenal juga sebagai campak Jerman, yang biasanya menyerang anak-anak dan remaja. Rubella sendiri merupakan penyakit yang berbeda dari campak, tetapi memiliki kesamaan karena sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit.

Untuk wanita hamil yang usia kehamilannya belum 5 bulan, jika terserang rubella harus diwaspadai. Hal tersebut karena rubella berpotensi untuk menimbulkan sindrom rubella kongenital yang bisa berdampak pada bayi setelah kelahiran. Apa yang terjadi pada bayi dengan ibu yang terinfeksi rubella? Kondisi-kondisi berikut ini yang bisa terjadi:

Tidak mendengar atau tuli.
Katarak.
Penyakit jantung kongenital.
Paru-paru, organ hati, hingga otak tidak dapat berfungsi secara normal.

Penyebab Rubella

Rubella berasal dari virus rubella yang bisa menyebar dengan begitu mudah dan biasanya melalui saluran pernapasan. Prosesnya adalah ketika pengidap rubella bersin atau batuk, kemudian percikan liurnya tanpa sengaja terhirup oleh orang-orang di dekatnya, sehingga menjadi jalan penyebaran rubella.

Rubella juga bisa ditularkan melalui berbagi makanan atau minuman dengan pengidap. Menyentuh beberapa bagian tubuh, seperti mata, hidung, atau mulut juga seharusnya jangan dilakukan setelah memegang benda yang sudah terkena virus rubella.

Selain proses yang sudah dijelaskan di atas, rubella juga bisa menyebar dari ibu hamil ke anak dalam kandungan melalui aliran darah.

Masa inkubasi pengidap rubella berlangsung satu atau dua minggu sebelum timbulnya ruam sampai sekitar satu atau dua minggu setelah ruam menghilang. Orang yang terinfeksi dapat menularkan penyakitnya sebelum orang tersebut mengalami gejala rubella.

Era sekarang penyakit rubella sudah jarang sekali ditemui, kecuali jika seseorang tidak mendapatkan vaksinasi. Ibu hamil menjadi orang yang paling berisiko terinfeksi rubella.

Gejala Rubella

Anak-anak yang mengidap rubella, umumnya mengalami gejala yang lebih ringan jika dibandingkan pengidap yang sudah berusia dewasa. Penyakit ini memakan waktu 14 hingga 21 hari sejak terjadinya pajanan hingga timbulnya gejala. Berikut ini beberapa gejala umum rubella yang terjadi:

Sakit kepala.
Iritasi ringan pada mata.
Demam.
Hidung tersumbat.
Ruam berbentuk bintik-bintik kemerahan muncul di sekitar kulit wajah, kemudian menyebar ke badan, tangan dan kaki.
Rasa nyeri pada sendi.

Ketika pengidap terinfeksi, maka virus akan menyebar ke seluruh tubuh hanya dalam waktu 5 hingga 7 hari. Sebaiknya segera periksakan ke dokter, jika kamu atau anak mengalami gejala-gejala di atas.
Diagnosis Rubella

Diagnosis yang dilakukan oleh dokter bisa melalui pemeriksaan sampel liur (saliva sample) dan juga memeriksa sampel darah (blood sample) yang bertujuan untuk memeriksa keberadaan antobodi rubella.

Jika setelah dilakukan pemeriksaan tersebut ditemukan antibodi rubella, menunjukan bahwa orang tersebut pernah terinfeksi rubella, atau sedang terinfeksi penyakit tersebut. Selain itu, adanya keberadaan akan antibodi rubella dalam tubuh seseorang bisa saja menunjukan bahwa orang tersebut sudah melakukan vaksinisasi rubella.
Pengobatan Rubella

Infeksi rubella yang ringan umumnya tidak membutuhkan perawatan medis khusus, tetapi beberapa langkah di bawah ini bisa dilakukan di rumah untuk mengurangi gejalanya:

Mengonsumsi obat penurun demam untuk menurunkan suhu tubuh dan meredakan rasa nyeri pada sendi.
Istirahat yang cukup.
Meminum air hangat yang dicampur dengan madu dan lemon.
Meminum air putih yang banyak agar tidak terjadi dehidrasi.

Pencegahan Rubella

Pencegahan terbaik adalah dengan memberi vaksinasi sesuai dengan jadwal imunisasi yang sudah disediakan oleh pemerintah. Pemberian vaksin MMR pertama dilakukan pada usia 15 bulan, dan diberikan untuk kedua kalinya pada saat anak menginjak usia 5 tahun. Vaksinasi juga dapat diberikan sebelum bepergian ke tempat yang endemik rubella serta minimal satu bulan sebelum menjalani kehamilan.

Penyakit rubella bisa dicegah dengan menerapkan beberapa kebiasaan di bawah ini:

Menjaga kebersihan diri, yakni dengan rutin mandi dan cuci tangan pakai sabun.
Menghindari kontak dengan pengidap rubella.
Isolasikan pengidap rubella ke ruangan terpisah yang jauh dari anggota keluarga.

Kapan Harus ke Dokter?

Ketika sudah mengalami gejala yang mengindikasikan tanda terkena rubella, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, melalui Halodoc dapat melakukan janji temu dengan dokter di rumah sakit yang terbaik menurut kamu.

Posted in kesehatan Tagged with: