Tanda-Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Tanda-Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Tanda-Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Rasa manis gula nyatanya tak senantiasa membuat hidup jadi mani. Asupan gula berlebih dapat membuat sejumlah penyakit. Untuk mewaspadainya, kenali sinyal tubuh berlebihan asupan gula.

Sejak lama udah diketahui bahwa asupan gula tak terkontrol dapat berujung terhadap meningkatnya risiko sejumlah penyakit layaknya diabetes. Pada tingkat lebih lanjut, diabetes dapat membuat komplikasi layaknya penyakit jantung.
FS88BET
Untuk mencegahnya, Anda harus menghambat asupan gula harian. Kementerian Kesehatan RI menganjurkan mengonsumsi gula harian terhadap 4 sdm atau kira-kira 50 gram. Angka selanjutnya diakui safe untuk mengonsumsi gula harian.

Sayangnya, banyak orang kebablasan dalam mengonsumsi gula. Tubuh sendiri beri tambahan lebih dari satu sinyal sementara Anda berlebihan asupan gula. Berikut tandanya, mengutip beragam sumber.

1. Tubuh lemas
Laura Burak, pakar diet yang berbasis di New York mengatakan, mengonsumsi terlampau banyak gula tambahan tanpa lumayan serat, lemak dan protein, membuat insulin disekresikan bersama dengan lebih cepat untuk menstabilkan gula darah. Akibatnya, penurunan kadar gula darah berlangsung bersama dengan cepat pula. Anda bakal merasakan lonjakan daya diikuti bersama dengan penurunan energi.

“Banyak orang, lebih-lebih mereka yang hidup bersama dengan diabetes, melaporkan naik-turun gula darah dan seberapa besar pengaruhnya terhadap tingkat daya mereka secara keseluruhan,” sadar Burak, mengutip Livestrong.

Untuk menjauhi hal ini, sebaiknya Anda menentukan sumber karbohidrat yang menaikkan gula darah secara perlahan dan stabil layaknya buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

2. Perut kembung
Kelebihan mengonsumsi gula juga dapat ditandai bersama dengan perut kembung. Mengutip dari Harpers Bazaar, bakteri jahat terlampau bahagia memakan gula dan membuahkan gas. Produksi gas terlalu berlebih dapat menyebabkan rasa sakit, rasa tidak nyaman terhadap perut, dan kembung.

3. Kenaikan berat badan
Gula banyak dihindari mereka yang sedang diet menurunkan berat badan. Gula sebenarnya menaikkan angka di timbangan, lebih-lebih di area tubuh anggota tengah. Bagaimana bisa?

Sharon Bergquist, profesor kedokteran di Emory School of Medicine, menyebutkan bahwa berlebihan glukosa diubah jadi glikogen lantas disimpan di otot dan organ hati. Saat simpanan glikogen menggapai kapasitas maksimal, glukosa yang tetap tersisa diubah jadi trigliserida atau lemak.

Seiring waktu, lemak dapat menumpuk di organ vital layaknya jantung, hati, dan pankreas. Akibatnya, ukuran lingkar pinggang jadi tambah dan risiko penyakit kardiovaskular meningkat.

4. Timbul jerawat
Jerawat membandel dapat diakibatkan berlebihan mengonsumsi gula. Mengutip dari Medical News Today, belajar terhadap 2018 terhadap mahasiswa di China menunjukkan, mereka yang mengonsumsi minuman berpemanis tujuh kali per minggu lebih berisiko timbul jerawat moderat dan berat.

5. Susah tidur
Konsumsi makanan atau minuman bergula bakal menaikkan daya bersama dengan cepat. Jika Anda berlebihan asupan gula di malam hari, tubuh yang harusnya beristirahat tambah jadi segar dan aktif. Jika Anda punya kasus tidur, sebaiknya kurangi mengonsumsi gula, lebih-lebih sementara malam hari.

6. Adiksi terhadap makanan manis
Cokelat, cake, atau minuman boba mendatangkan perasaan nyaman. Tentu Anda idamkan merasakan sensasi sama supaya ada permintaan untuk konsisten mengonsumsi makanan bergula.

Keinginan itu terbilang wajar. Sebuah belajar terhadap 2019 menyebut, berlebihan mengonsumsi gula terjalin bersama dengan aktivasi jalur neural reward.

“Itu lah mengapa mengonsumsi makanan tinggi gula disandingkan bersama dengan efek euforia mengonsumsi obat-obatan. Serotonin dan dopamin, hormon perasaan bahagia, dikeluarkan otak sementara kita makan makanan manis dan kita mengalami rasa bahagia temporer dan ketenangan,” sadar Burak.

Kunjungi Juga : Tips Kesehatan Singkat,Berita Kesehatan Terbaru

7. Penuaan dini
Sebagai efek jangka panjang, berlebihan mengonsumsi gula bakal menyebabkan tanda-tanda penuaan dini. Misalnya saja, rusaknya terhadap protein, kolagen, dan elastin kulit supaya timbulnya kerutan dan juga garis-garis halus di kulit.

February 4th, 2021 by