7 Tanda Bahaya yang Dialami Ibu Setelah Melahirkan

7 Tanda Bahaya yang Dialami Ibu Setelah Melahirkan

7 Tanda Bahaya yang Dialami Ibu Setelah Melahirkan

Setelah melahirkan, seorang ibu membutuhkan perawatan terpadu. Perawatan diperlukan untuk menahan risiko kematian pasca-melahirkan.
Pasang Bola
Ahli obstetri dan ginekologi, Ivan Maurits Sondakh menyebutkan perawatan terpadu tak melulu perkara kebugaran reproduksi, tapi termasuk berkenaan bersama dengan gizi dan mental sang ibu.

Perawatan terpadu pasca-melahirkan ini menjadi penting. Betapa tidak, Ivan menyebutkan bahwa tingkat kematian maternal amat lah tinggi. Lebih berasal dari 60 % kematian maternal, lanjutnya, berjalan setelah melahirkan.

“Ada riset menyebut 4,8 % ibu meninggal di dalam 42 hari pascamelahirkan. Riset lain 8,3 % di dalam 10 hari. Ada riset lain kembali bilang 7,6 % di dalam 42 hari,” kata Ivan di dalam webinar bersama dengan Klinik Health360 Indonesia, Selasa (9/3).

Ivan menjelaskan, pada trimester 4 atau tiga bulan pascamelahirkan, kondisi ibu bakal berangsur kembali layaknya sedia kala. Pada jaman ini bakal berjalan banyak perubahan, baik hormonal maupun kegunaan organ.

Perubahan-perubahan itu di antaranya involusi uterus atau kembalinya rahim ke wujud semula, timbulnya darah nifas, pergantian pada vagina, timbulnya stretch mark, rambut rontok, dan kasus pada ASI.

Perubahan di atas terbilang normal. Namun, ibu mesti berhati-hati terkecuali mengalami gejala bahaya berikut.

1. Pendarahan hebat
Pada jaman nifas, kebanyakan seorang ibu bakal mengalami pergantian warna darah yang makin memudar.

Namun, terkecuali berjalan pendarahan hebat bercampur gumpalan, ibu mesti langsung memeriksakan diri ke dokter.

2. Demam
Demam menjadi tidak benar satu isyarat infeksi. Pada ibu, infeksi sanggup saja berjalan pada luka bekas jahitan, dinding di dalam rahim, atau infeksi saluran kencing.

3. Nyeri
Pascaoperasi caesar atau persalinan normal, kebanyakan ibu bakal merasakan nyeri. Namun, rasa nyeri ini kebanyakan sanggup ditangani bersama dengan obat pereda nyeri.

Ibu mesti berhati-hati terkecuali timbul nyeri baru atau waktu rasa nyeri makin tambah hebat berasal dari waktu ke waktu.

4. Sesak napas atau nyeri dada
Hal ini sanggup berjalan akibat pergantian cairan pada tubuh agar jantung mesti lebih bekerja keras memompa darah.

5. Susah membuang air besar dan membuang air kecil
Seorang ibu sanggup saja mengalami ada masalah membuang air besar setelah melahirkan, baik melalui persalinan normal atau operasi caesar.

Mengutip beraneka sumber, sembelit pasca-persalinan sanggup berjalan dikarenakan beberapa faktor, terasa berasal dari melemahnya otot panggul hingga tindakan medis spesifik waktu persalinan.

6. Kaki bengkak dan nyeri
Beberapa ibu termasuk mengalami pembengkakan pada kaki setelah melahirkan. Kaki bengkak disebabkan oleh ada beberapa pergantian di dalam tubuh dikarenakan sistem kehamilan dan persalinan.

7. Gangguan mood hingga depresi
Masalah mental menjadi tidak benar satu kondisi lazim yang banyak dialami ibu setelah melahirkan. Mengutip beraneka sumber, diperkirakan sekitar 10-15 % ibu mengalami kondisi depresi post-partum.

Kunjungi Juga  : Tips Kesehatan Singkat,Berita Kesehatan Terbaru

“Kematian maternal amat tinggi. Tanda yang mengarah ke kedaruratan ini musti ditangani bersama dengan cepat,” imbuhnya.

March 12th, 2021 by