Protokol Kesehatan Tetap Ada Meski Sudah Vaksin

Protokol Kesehatan Tetap Ada Meski Sudah Vaksin

Protokol Kesehatan Tetap Ada Meski Sudah VaksinProtokol Kesehatan Tetap Ada Meski Sudah Vaksin

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan, pemerintah dan masyarakat wajib selalu tekankan protokol kesehatan walaupun nantinya vaksin Covid-19 telah disuntikkan.

“Kehadiran vaksin adalah angin fresh untuk kita semua. Tapi hingga vaksin siap lebih-lebih walaupun vaksin telah ada dan siap, kita pastikan masyarakat dan pemerintah wajib selalu mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan primer,” kata Wiku lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (4/11/2020).

Ia mengimbuhkan kala ini pemerintah telah menyiapkan peta jalur pengadaan, distribusi, dan penyuntikkan vaksin ke masyarakat. Pemerintah terhitung telah menyusun group masyarakat prioritas yang bakal disuntikkan vaksin Covid-19. Baca juga: Satgas Sebut Banyak Pemda Kian Lengah Tangani Covid-19 Selain itu, Wiku mengatakan, pemerintah terhitung sedang menyiapkan SDM yang dibutuhkan untuk proses vaksinasi Covid-19. “Jejaring fasilitas untuk menanggung alur distribusi terhitung telah disusun bersama melibatkan lintas sektor,” kata Wiku.

“Pemerintah terhitung membicarakan hal-hal penting lainnya di dalam persiapan vaksinasi secara nasional untuk meyakinkan keamanan dan ketersediaan dan juga mekanisme penyuntikan vaksin bersama melibatkan pendapat berasal dari beraneka elemen baik lintas kementerian dan lembaga,” lanjut dia.

Adapun kala ini pemerintah telah beroleh prinsip pengadaan vaksin berasal dari tiga perusahaan farmasi asal Cina yakni Sinovac, Sinopharm, dan CanSino. Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, Indonesia bakal miliki vaksin pada Desember 2020. “Tentu untuk menghilangkan (Covid-19) kita wajib menunggu obat dan vaksinnya.

Vaksin pertama bakal masuk di Indonesia pada awal Dessember 2020, mudah-mudahan dapat lebih cepat,” ungkapnya di dalam peluang launching Bangga Buatan Indonesia Kemendag, Rabu (16/9/2020). Baca juga: Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Pemerintah Minta RS Siapkan Tenda Darurat Ia menjelaskan, jika berlangsung cocok rancangan maka di akhir tahun telah dapat ada vaksin di Indonesia yang jumlahnya 30 juta-40 juta vaksin Covid-19.

“Maka critical time kita adalah dua bulan ke depan, san sehabis itu nanti kuartal I tahun depan situasi jadi jadi baik,” katanya.

November 4th, 2020 by