October 24th, 2020 by publisher

Alopecia areata merupakan penyakit autoimun, yaitu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat pada tubuh sendiri. Penyakit ini menyerang folikel rambut. Folikel rambut merupakan struktur tempat rambut akan tumbuh. Penyakit ini menyebabkan folikel rambut akan menjadi semakin kecil dan berhenti memproduksi rambut, awalnya menimbulkan rambut rontok hingga mengakibatkan kebotakan jika dibiarkan.

Faktor Risiko Alopecia Areata
Berbagai faktor risiko alopecia areata, antara lain:

Riwayat penyakit yang sama pada anggota keluarga;
Pertambahan usia;
Penyakit autoimun lain, seperti diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis, atau lupus eritematosus.
Memiliki warna, bentuk, tekstur, atau ketebalan kuku yang abnormal.
Masalah psikologis, seperti stres, depresi, cemas, atau gangguan paranoid.

Penyebab Alopecia Areata
Gangguan autoimun menjadi penyebab alopecia areata. Terdapat beberapa pemicu penyakit ini, bisa disebabkan karena virus, trauma, perubahan hormon, tekanan fisik, maupun tekanan psikis. Pengidap penyakit autoimun lainnya, seperti rheumatoid arthritis atau diabetes tipe 1 umumnya juga sering mengalami penyakit alopecia areata.
Gejala Alopecia Areata
Gejala yang disebabkan alopecia areata, antara lain:

Kebotakan berpola bulat pada satu atau beberapa tempat yang tadinya ditumbuhi rambut, yang bersifat sementara tapi dapat juga permanen.
Kebotakan yang dapat meluas hingga menyeluruh di kulit kepala (alopecia totalis) dan bahkan di seluruh tubuh (alopecia universalis).
Gangguan pada kuku jari tangan dan jari kaki, berupa kuku berubah bentuk, memiliki garis putih dengan permukaan yang tipis dan kasar, atau terbelah.
Kebotakan yang dapat disertai sensasi rasa terbakar atau gatal pada kulit kepala.
Diagnosis Alopecia Areata
Dokter akan mendiagnosis alopecia areata dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang seperti:

Analisis sampel kulit kepala dengan menggunakan mikroskop di laboratorium, untuk memastikan penyebab alopecia areata.
Pemeriksaan darah jika diduga menderita penyakit autoimun, untuk memeriksa antibodi yang tidak normal, kadar C-reactive protein, zat besi, hormon tiroid, hormon testosteron, follicle stimulating hormone (FSH), dan luteinizing hormone (LH).

Komplikasi Alopecia Areata

Beberapa komplikasi alopecia areata, antara lain:

Kebotakan menjadi bersifat permanen.
Memiliki risiko yang lebih besar untuk mengidap atau memiliki keluarga dengan penyakit asma, alergi, dan penyakit autoimun lain, seperti penyakit tiroid dan vitiligo.
Gangguan psikologis berupa gangguan emosional akibat kepercayaan diri yang hilang, yang dapat berkembang menjadi depresi.

Pengobatan Alopecia Areata
Sampai saat ini, pengobatan yang cocok untuk menyembuhkan penyakit alopecia areata masih belum ditemukan. Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk merangsang pertumbuhan rambut agar kembali tumbuh lebih cepat. Obat-obatan yang diberikan dokter, antara lain:

Minoxidil untuk merangsang pertumbuhan rambut kembali.
Kortikosteroid untuk menekan sistem kekebalan tubuh.
Anthralin untuk memengaruhi sistem imun pada kulit.
Diphencyprone (DPCP) untuk mengalihkan sistem pertahanan tubuh.
Krim tabir surya dan rambut palsu atau topi untuk melindungi kulit kepala dari sinar matahari.
Bulu mata palsu dan kacamata yang berguna untuk melindungi mata pengidap alopecia areata dari debu.
Pencegahan Alopecia Areata
Terdapat beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah alopecia areata, antara lain :

Membatasi penggunaan perangkat perawatan rambut yang berisiko merusak atau membuat rambut kering.
Membatasi penggunaan bahan kimia untuk rambut.

 

Posted in kesehatan Tagged with: